Physical vs Chemical Sunscreen, Apa Perbedaannya?
Secara umum terdapat 2 jenis sinar ultraviolet (UV) yang dapat merusak kulit. Untuk yang pertama ada UVA, jenis sinar ultraviolet ini dapat mempercepat munculnya kerutan dan bintik hitam pada kulit. Untuk yang kedua ada UVB, jenis ini dapat memicu sensasi terbakar akibat sinar matahari (sunburn). Selain itu, UVB juga dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit. Untuk itu perlu menggunakan produk yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV, salah satunya dengan menggunakan sunscreen.
Sunscreen terbagi dalam 2 jenis, yaitu physical dan chemical sunscreen. Meskipun keduanya ini memiliki fungsi yang sama yaitu melindungi kulit dari sinar UV, akan tetapi keduanya ini juga memiliki perbedaan. Apa saja sih perbedaannya? Simak pembahasan berikut yuk!
Perbedaan Physical dan Chemical Sunscreen
1. Kandungan
Physical sunscreen memiliki kandungan UV filter seperti titanium dioxide dan zinc oxide yang tergolong ke dalam photostability yang baik. Kandungan tersebut mampu menghalangi radiasi dari sinar UV, sehingga tidak menyerap ke kulit.
Sedangkan, chemical sunscreen memiliki kandungan senyawa organik atau senyawa berbasis karbon seperti oxybenzone, octocrylene, homosalate, avobenzone serta berbagai kandungan lainnya. Kandungan ini mampu menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi panas.
2. Cara Kerja
Physical sunscreen yang memiliki kandungan UV filter yang tergolong ke dalam photostability yang baik. UV filter tersebut tidak akan menurun atau rusak saat terekspos sinar UV. Namun, kandungan titanium dioxide hanya memberikan perlindungan dari UVB dan sebagian spektrum UVA. Sedangkan, kandungan zinc oxide memberikan perlindungan terhadap seluruh spektrum UVA dan UVB, serta lebih cenderung toleransi terhadap semua jenis kulit sehingga ibu hamil maupun bayi dapat menggunakannya.
Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap dan menyaring sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas dan mengeluarkannya melalui kulit. Akan tetapi tidak sepenuhnya menyaring sinar UV yang masuk ke dalam kulit, sebagian sinar UV masih terserap oleh tubuh. Sehingga, lebih berisiko menimbulkan iritasi dan menimbulkan dampak buruk bagi kulit.
3. Tekstur
Physical sunscreen mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB serta tergolong lebih stabil, sehingga tidak perlu mengaplikasikanya berulang kali. Karena langsung aktif bekerja melindungi kulit. Namun, teksturnya yang padat, cenderung lengket dan meninggalkan whitecast pada kulit membuat sebagian orang kurang meminatinya.
Sedangkan chemical sunscreen memiliki tekstur yang ringan dan mudah menyerap kulit serta tidak meninggalkan whitecast pada kulit. Meski tidak meninggalkan whitecast pada pada kulit, jenis ini rentan menyumbat pori-pori yang menyebabkan masalah kulit seperti minyak berlebih dan berjerawat. Selain itu, perlu mengaplikasikannya secara berulang setiap beberapa jam agar perlindungan terhadap sinar UV tetap maksimal.
Kesimpulan
Physical dan chemical sunscreen memiliki fungsi yang sama yaitu melindungi kulit dari sinar UV. Namun, gunakanlah sesuai kebutuhan kalian. Untuk penggunaan sehari-hari lebih efektif menggunakan chemical sunscreen, karena memiliki tekstur yang ringan dan hasil yang transparan. Sedangkan untuk aktivitas yang cenderung sering berada di bawah sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, tentu lebih efektif menggunakan physical sunscreen karena memiliki perlindungan sinar UVA dan UVB.



